Kawasan pasar tradisional merupakan salah satu penyumbang volume sampah terbesar di wilayah perkotaan, yang sering kali menjadi pusat permasalahan sanitasi jika tidak dikelola dengan manajemen yang terintegrasi. Di Kota Bekasi, tingginya aktivitas perdagangan menghasilkan tumpukan sampah organik dan anorganik yang tercampur, sehingga mempersulit proses pengolahan di tempat pembuangan akhir. HAKLI Bekasi sebagai organisasi profesi kesehatan lingkungan merumuskan pendekatan taktis untuk memutus rantai penumpukan sampah langsung dari sumbernya. Selain fokus pada limbah umum, organisasi ini juga memberikan bimbingan teknis mengenai penanganan limbah B3 bagi pelaku usaha kecil agar tidak mencemari lingkungan pemukiman. Melalui penerapan strategi yang tepat, gerakan pemilahan sampah pasar diharapkan mampu secara signifikan kurangi volume sampah yang terbuang sia-sia dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih higienis.

Strategi utama yang diusung oleh HAKLI Bekasi adalah edukasi langsung kepada para pedagang mengenai klasifikasi sampah berdasarkan jenisnya. Sampah pasar didominasi oleh limbah organik dari sisa sayuran, buah-buahan, dan daging yang memiliki kadar air tinggi. Jika sampah ini tercampur dengan plastik atau kertas, maka proses dekomposisi akan terhambat dan menimbulkan bau menyengat serta air lindi yang mencemari saluran drainase. Dengan menyediakan wadah sampah yang berbeda warna dan label yang jelas di setiap blok pedagang, proses pemilahan sampah pasar menjadi lebih mudah. Petugas sanitarian secara rutin melakukan pendampingan agar budaya membuang sampah sesuai jenisnya menjadi kebiasaan baru yang disiplin di lingkungan pasar.

Pemanfaatan sampah organik pasar menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan pakan ternak, merupakan bagian dari strategi pengurangan volume di sumber. HAKLI Bekasi mendorong pengelola pasar untuk membangun rumah kompos mini di area pasar atau bekerja sama dengan bank sampah setempat. Sampah sayuran segar yang belum busuk dapat diolah menjadi pakan untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), yang terbukti sangat efektif dalam menghabiskan limbah organik dalam waktu singkat. Hasil dari pengolahan ini tidak hanya mengurangi beban angkut truk sampah menuju TPA Burangkeng, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan bagi pengelola pasar melalui penjualan pupuk organik maupun larva maggot.