Bekasi merupakan wilayah yang seringkali menghadapi tantangan genangan air, terutama saat intensitas hujan tinggi. Masalah ini tidak jarang disebabkan oleh sistem pembuangan air yang tersumbat oleh sampah atau desain yang tidak sesuai dengan debit air yang masuk. Melalui Sosialisasi Drainase Sehat, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya memelihara saluran air di depan rumah masing-masing. Saluran drainase bukan sekadar tempat mengalirnya air, melainkan urat nadi kebersihan lingkungan yang harus dijaga kelancarannya agar tidak menjadi tempat bersarangnya penyakit dan penyebab banjir lokal.

Dalam sesi teknis, Pelatihan Cegah Genangan di Lingkungan memberikan solusi praktis berupa pembuatan lubang biopori dan sumur resapan sederhana di area pemukiman yang padat. Peserta diajarkan cara mengidentifikasi titik-titik sumbatan dan bagaimana cara melakukan normalisasi saluran secara swadaya tanpa merusak struktur jalan atau bangunan yang sudah ada. Teknik-teknik ini dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan oleh warga dengan biaya yang minim namun memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi waktu surut air setelah hujan reda di lingkungan mereka sendiri.

Keterlibatan aktif Bekasi dalam pembenahan infrastruktur mikro ini menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan proyek besar pemerintah, melainkan butuh kontribusi nyata dari level akar rumput. Drainase yang sehat adalah saluran yang bebas dari endapan lumpur yang terlalu tebal dan tidak ada sampah anorganik yang menyumbat aliran. Sosialisasi ini juga mengingatkan warga agar tidak menutup saluran drainase secara permanen dengan beton yang tidak memiliki lubang kontrol, karena hal tersebut akan menyulitkan proses pembersihan rutin yang seharusnya dilakukan setiap beberapa bulan sekali.

Keberhasilan program Drainase Sehat ini diukur dari seberapa cepat air dapat mengalir dan terserap ke dalam tanah setelah hujan. Dengan sistem drainase yang terintegrasi dan terpelihara, risiko munculnya genangan yang menjadi sarang nyamuk dapat diminimalisir secara efektif. Selain itu, lingkungan yang kering dan bersih akan membuat akses jalan di pemukiman menjadi lebih awet dan nyaman digunakan. Melalui pelatihan ini, masyarakat Bekasi kini memiliki kesadaran baru bahwa tindakan kecil seperti tidak membuang sampah ke selokan adalah investasi besar bagi keselamatan dan kenyamanan lingkungan hunian mereka di masa depan.