Pembentukan karakter sadar lingkungan dan kesehatan harus dimulai sedini mungkin agar nilai-nilai tersebut melekat kuat hingga dewasa. Menyadari hal ini, HAKLI Bekasi meluncurkan sebuah inisiatif kreatif yang diberi nama “Sanitarian Cilik”. Program ini menyasar para siswa di tingkat sekolah dasar untuk diberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya higiene dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan anak-anak sebagai agen perubahan di lingkungan terkecilnya, diharapkan budaya hidup bersih tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga tertular hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas di Kota Bekasi.
Edukasi mengenai pentingnya higiene yang dilakukan oleh para ahli kesehatan lingkungan dari HAKLI Bekasi dikemas dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajarkan teknik mencuci tangan enam langkah yang benar menurut standar WHO, namun dengan iringan lagu atau permainan agar mereka tidak merasa bosan. Penekanan diberikan pada fakta bahwa tangan adalah jalur utama masuknya berbagai jenis kuman dan virus ke dalam tubuh. Melalui praktik langsung, siswa sekolah dasar ini mulai menyadari bahwa hal-hal sederhana seperti memotong kuku dan mencuci tangan sebelum makan adalah perlindungan diri yang paling efektif dari serangan penyakit infeksi saluran pernapasan dan pencernaan.
Selain higiene perorangan, program Sanitarian Cilik juga memperluas cakupan materi pada aspek kesehatan lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk berkeliling sekolah guna mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi sarang penyakit, seperti bak mandi yang kotor, tumpukan sampah di pojok kelas, hingga genangan air di halaman. HAKLI Bekasi menanamkan pemahaman tentang pentingnya higiene lingkungan dengan cara yang konkret; mereka diajarkan untuk membedakan antara tempat yang “terlihat bersih” dengan tempat yang benar-benar “sehat dan bebas kuman”. Pemahaman ini membangun sensitivitas visual dan penciuman siswa terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.
Salah satu inovasi dalam program ini adalah pemberian lencana “Sanitarian Cilik” bagi siswa yang berhasil menunjukkan konsistensi dalam menjaga kebersihan diri dan kelasnya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar siswa lain turut tergerak untuk memahami pentingnya higiene. Para duta kecil ini diberikan tugas untuk saling mengingatkan teman-temannya jika melihat ada yang membuang sampah sembarangan atau lupa mencuci tangan setelah bermain di lapangan. Pendekatan dari kawan sebaya (peer-to-peer education) terbukti sangat ampuh di usia anak-anak karena mereka cenderung lebih mudah meniru perilaku positif teman-temannya dibandingkan sekadar mendengarkan perintah dari orang dewasa.
