Permasalahan sampah telah mencapai tingkat kritis, menuntut perubahan mendasar dalam kebiasaan konsumsi kita. Solusi yang paling efektif dimulai dari unit terkecil masyarakat: rumah tangga, melalui inisiasi Gaya Hidup Nol Sampah
Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Bekasi menunjukkan komitmen kuat terhadap tanggung jawab sosial melalui pengelolaan Program CSR yang strategis. Mereka tidak hanya berfokus pada pengembangan profesi, tetapi juga
Konsep bangunan hijau (Green Building Concept) adalah filosofi desain yang bertujuan meminimalkan dampak negatif konstruksi terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Inti dari konsep ini adalah efisiensi energi, terutama dalam hal
Penciptaan Kawasan Sehat adalah inti dari pembangunan kesehatan nasional, berfokus pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Model ini memerlukan intervensi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memberdayakan komunitas secara kolektif.
Pengelolaan sampah di Indonesia menghadapi masalah struktural, di mana sebagian besar sampah berakhir di TPA tanpa melalui proses pemilahan dan daur ulang yang efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, solusi harus
Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mengemban peran ganda, yakni sebagai pembina profesi dan kontrol sosial lingkungan. Peran kontrol sosial ini memerlukan HAKLI untuk lebih agresif dan proaktif, terutama melalui
Indonesia, sebagai negara yang terletak di atas Cincin Api Pasifik dan pertemuan tiga lempeng tektonik besar, secara inheren merupakan Zona Bencana Alam dengan kerentanan tinggi terhadap gempa bumi, tsunami, letusan
Semangat gotong royong Komunal ini melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, dari anak muda hingga lansia. Mereka bersatu padu membersihkan selokan, parit, dan saluran air yang tersumbat oleh sampah dan endapan
Di tengah krisis pencemaran lingkungan akibat limbah industri, pestisida, dan tumpahan minyak, ilmuwan kini mengandalkan pendekatan yang lebih alami dan berkelanjutan: Bioremediasi. Teknik pemulihan lingkungan ini memanfaatkan mikroorganisme hidup untuk
Tumpukan sampah liar dan penempatan tempat sampah yang sembarangan telah merusak Estetika Kota Bekasi. Pemandangan yang tidak sedap ini dikenal sebagai pencemaran pemandangan. Menanggapi masalah ini, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan
