Nyeri tempurung lutut, atau patellofemoral pain syndrome (PFPS), adalah keluhan umum yang sering dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari atlet, remaja, hingga orang dewasa yang aktif. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit di bagian depan lutut, di sekitar atau di bawah tempurung lutut (patella). Nyeri tempurung lutut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti naik turun tangga, berjongkok, atau bahkan duduk terlalu lama. Mengenali penyebabnya adalah langkah pertama menuju solusi yang efektif.

Salah satu penyebab paling umum dari nyeri tempurung lutut adalah ketidakseimbangan otot. Otot quadriceps (paha depan) yang lemah atau tidak seimbang dapat menyebabkan patella tidak meluncur dengan benar di alurnya saat lutut ditekuk atau diluruskan. Ini menciptakan gesekan yang berlebihan dan iritasi pada tulang rawan di bawah patella. Selain itu, otot hamstring (paha belakang) yang kencang, otot betis yang kencang, atau masalah pada lengkungan kaki (seperti kaki datar) juga dapat berkontribusi pada ketidaksejajaran patella dan menimbulkan nyeri.

Faktor pemicu lain yang sering menyebabkan nyeri tempurung lutut meliputi:

  • Aktivitas Berulang: Olahraga yang melibatkan banyak lari, melompat, atau jongkok (misalnya basket, lari maraton, sepak bola) dapat memberikan tekanan berulang pada sendi patellofemoral.
  • Peningkatan Intensitas Latihan yang Terlalu Cepat: Memulai atau meningkatkan intensitas latihan terlalu drastis tanpa persiapan yang cukup.
  • Penggunaan Sepatu yang Tidak Tepat: Sepatu yang tidak memberikan dukungan yang baik dapat memengaruhi biomekanika kaki dan lutut.
  • Trauma Ringan: Benturan langsung pada tempurung lutut, meskipun tidak menyebabkan patah, dapat memicu peradangan.

Gejala utama adalah nyeri tumpul atau pegal di bagian depan lutut yang memburuk dengan aktivitas yang melibatkan sendi lutut ditekuk, seperti naik/turun tangga, berlari, atau duduk dalam posisi jongkok. Beberapa penderita juga mungkin merasakan sensasi “klik” atau “kretek” di lutut.

Penanganan nyeri tempurung lutut biasanya dimulai dengan pendekatan konservatif. Istirahat dari aktivitas pemicu adalah langkah pertama. Kompres es dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri. Fisioterapi adalah komponen kunci dalam pemulihan, yang akan fokus pada:

  • Penguatan Otot: Terutama otot quadriceps (otot vastus medialis obliquus), gluteus, dan inti tubuh.
  • Peregangkan Otot: Melonggarkan otot hamstring, betis, dan iliotibial band (IT band) yang kencang.
  • Koreksi Biomekanika: Menggunakan orthotic khusus untuk sepatu jika ada masalah lengkungan kaki.
  • Modifikasi Aktivitas: Belajar bagaimana menyesuaikan intensitas atau jenis latihan untuk mengurangi beban pada lutut.

Dalam kasus yang jarang terjadi dan tidak merespons terapi konservatif, intervensi medis lain seperti suntikan (misalnya, kortikosteroid atau PRP) atau bahkan operasi mungkin dipertimbangkan, meskipun ini adalah pilihan terakhir. Pada 20 April 2025, Dr. Surya Kencana, seorang ahli ortopedi dari Rumah Sakit Umum Metropolitan Jakarta, menegaskan bahwa kepatuhan pada program rehabilitasi dan modifikasi gaya hidup adalah kunci utama keberhasilan mengatasi nyeri tempurung lutut.