Kemalasan sering menjadi penghalang utama dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan yang berkelanjutan, baik di lingkungan pribadi maupun publik. Padahal, kebersihan adalah kunci kesehatan dan kenyamanan bersama. Untuk mengatasi rintangan ini, diperlukan strategi yang efektif dan konsisten agar menjaga kebersihan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan bagian alami dari rutinitas.

Salah satu strategi penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan adalah dengan memulai dari langkah kecil. Jangan langsung menargetkan bersih-bersih seluruh rumah atau lingkungan dalam satu waktu. Mulailah dengan satu area kecil, misalnya membersihkan meja belajar setiap malam sebelum tidur, atau membuang sampah pada tempatnya segera setelah digunakan. Konsistensi pada hal-hal kecil ini akan membangun momentum dan motivasi untuk melakukan lebih banyak lagi. Sebuah studi perilaku yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada pada April 2025 menunjukkan bahwa individu yang memulai kebiasaan baru dengan langkah sangat kecil memiliki tingkat keberhasilan hingga 60% lebih tinggi dalam mempertahankan kebiasaan tersebut.

Menciptakan lingkungan yang mendukung juga sangat membantu dalam membentuk kebiasaan ini. Pastikan tempat sampah tersedia di lokasi yang mudah dijangkau di setiap ruangan. Sediakan lap atau tisu di area yang sering kotor. Visualisasi tujuan juga bisa menjadi motivasi. Misalnya, bayangkan betapa nyamannya ruangan yang bersih atau betapa segarnya udara di lingkungan yang terawat. Pada hari Sabtu, 8 Juni 2024, pukul 08.00 WIB, warga RT 03 RW 07 Kelurahan Makmur Jaya mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Acara ini dikoordinir oleh Ketua RW, Bapak Supriyadi, yang juga memastikan ketersediaan alat kebersihan dan tempat sampah di beberapa titik strategis, sehingga memudahkan warga untuk ikut berpartisipasi.

Memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah berhasil menjalankan kebiasaan juga bisa menjadi pendorong. Ini tidak harus berupa hadiah besar, cukup apresiasi kecil yang membuat Anda merasa senang. Selain itu, melibatkan orang lain, seperti anggota keluarga atau teman, dapat menciptakan sistem akuntabilitas. Misalnya, saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan atau melakukan kegiatan bersih-bersih bersama. Contohnya, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Polsek Cempaka Putih, Aipda Rahayu, pada hari Rabu, 15 Mei 2024, menginisiasi program “Kebersihan Lingkungan Tiap Jumat” di salah satu perumahan, mengajak warga secara rutin bersih-bersih bersama dan memberikan apresiasi bagi RT terbersih setiap bulannya.

Dengan menerapkan strategi ini secara bertahap dan konsisten, kemalasan dalam menjaga kebersihan dapat diatasi. Kunci utama dalam membentuk kebiasaan yang berkelanjutan adalah kesabaran, disiplin, dan menciptakan sistem yang memudahkan Anda untuk tetap berada di jalur yang benar.