Bekasi merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan pemukiman dan industri tercepat di pinggiran Jakarta. Namun, pesatnya pembangunan ini sering kali tidak dibarengi dengan kesadaran menjaga drainase, sehingga banjir menjadi masalah rutin setiap kali musim hujan tiba. Pertanyaan publik mengenai mengapa selokan Bekasi selalu mampet akhirnya terjawab melalui investigasi mendalam yang dilakukan oleh tim ahli kesehatan lingkungan. Melalui pemantauan langsung, para ahli dari HAKLI temukan fakta mengejutkan yang menunjukkan bahwa masalah ini jauh lebih kompleks daripada sekadar sampah plastik yang menyumbat aliran air di lapangan.

Berdasarkan hasil observasi, penyebab utama mengapa selokan Bekasi selalu mampet bukan hanya berasal dari sampah rumah tangga, melainkan akumulasi limbah lemak dan minyak (grease) dari usaha kuliner yang membeku di dalam saluran. Tim HAKLI temukan fakta mengejutkan bahwa banyak pengusaha makanan yang langsung membuang sisa minyak ke selokan tanpa melalui alat penangkap lemak (grease trap). Di lapangan, limbah minyak ini bereaksi dengan kalsium dan polutan lain membentuk gumpalan keras seperti batu (fatbergs) yang hampir mustahil dihancurkan dengan aliran air biasa. Penemuan di lapangan ini menjelaskan mengapa normalisasi selokan yang dilakukan pemerintah sering kali tidak bertahan lama.

Fakta lain yang menjawab mengapa selokan Bekasi selalu mampet adalah adanya sedimentasi material bangunan yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam investigasi tersebut, HAKLI temukan fakta mengejutkan berupa tumpukan semen dan pasir yang mengeras di dasar saluran akibat proyek renovasi rumah warga yang tidak mengelola sisa materialnya dengan benar. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa diameter selokan telah menyusut hingga lebih dari 50% akibat “kerak” semen ini. Hal ini menjadi bukti bahwa perilaku manusia dalam proses pembangunan sangat memengaruhi efektivitas sistem sanitasi lingkungan perkotaan secara keseluruhan.

Selain faktor limbah padat, tim juga menganalisis struktur desain yang menjelaskan mengapa selokan Bekasi selalu mampet. Para ahli HAKLI temukan fakta mengejutkan mengenai banyaknya kabel utilitas (internet dan listrik) yang dipasang melintang di dalam saluran air. Kabel-kabel ini berfungsi sebagai jaring yang menangkap sampah-sampah kecil, yang lama-kelamaan menumpuk menjadi gundukan besar. Temuan di lapangan ini sangat krusial bagi pemerintah daerah untuk menata ulang regulasi penanaman kabel agar tidak mengganggu jalur pembuangan air yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat banjir bagi warga Bekasi.