Kurap di kepala, atau tinea capitis, adalah infeksi jamur menular yang menyerang kulit kepala dan batang rambut. Kondisi ini seringkali menyebabkan bercak bersisik, gatal, dan kerontokan rambut yang menghasilkan area botak. Meskipun dapat menyerang siapa saja, kurap di kepala lebih sering terjadi pada anak-anak usia sekolah. Memahami gejala, cara penularan, dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk mencegah penyebaran dan mengatasi kondisi ini secara efektif.

Mengenali Gejala Kurap di Kepala

Gejala kurap di kepala bisa bervariasi, namun ada beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai:

  1. Bercak Botak Bersisik: Area berbentuk lingkaran atau tidak beraturan pada kulit kepala yang bersisik, merah, dan rambutnya rontok atau patah dekat permukaan kulit. Bercak ini bisa meluas seiring waktu.
  2. Gatal Hebat: Rasa gatal yang intens adalah gejala yang sangat umum, seringkali menyebabkan penderita menggaruk kepala.
  3. Kulit Kepala Merah dan Meradang: Area yang terinfeksi bisa tampak merah, bengkak, dan mungkin terdapat benjolan kecil atau pustula (benjolan berisi nanah).
  4. Rambut Patah: Rambut di area yang terinfeksi menjadi rapuh dan mudah patah, meninggalkan titik hitam di kulit kepala (dari sisa rambut yang patah).
  5. Keringat (Kerion): Dalam kasus yang parah, bisa terbentuk kerion, yaitu pembengkakan besar, lunak, meradang, dan bernanah yang merupakan reaksi alergi terhadap jamur. Kerion dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen dan jaringan parut.
  6. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Kelenjar getah bening di leher atau belakang telinga bisa membengkak sebagai respons terhadap infeksi.

Cara Penularan Kurap di Kepala

Kurap di kepala sangat menular. Penularannya terjadi melalui:

  • Kontak Langsung: Sentuhan kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi.
  • Kontak Tidak Langsung: Berbagi benda pribadi yang terkontaminasi jamur, seperti sisir, topi, handuk, bantal, atau pakaian. Ini sangat umum di lingkungan sekolah atau tempat penitipan anak.
  • Hewan Peliharaan: Jamur penyebab kurap juga dapat dibawa oleh hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, terutama anak kucing, meskipun hewan tersebut tidak menunjukkan gejala.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan kurap di kepala biasanya memerlukan obat antijamur oral yang diresepkan oleh dokter, karena infeksi ini memengaruhi folikel rambut jauh di dalam kulit kepala. Sampo antijamur saja umumnya tidak cukup.

  1. Obat Antijamur Oral: Griseofulvin adalah obat yang paling umum diresepkan untuk anak-anak, sementara terbinafine juga sering digunakan. Durasi pengobatan biasanya 4-8 minggu.
  2. Sampo Antijamur: Sampo yang mengandung selenium sulfide atau ketoconazole dapat digunakan bersamaan dengan obat oral untuk membantu mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi shedding spora jamur.
  3. Kebersihan Personal dan Lingkungan:
    • Cuci semua tempat tidur, topi, dan pakaian yang mungkin telah kontak dengan kepala yang terinfeksi dengan air panas.
    • Bersihkan sisir dan sikat secara teratur dengan air panas atau desinfektan.
    • Hindari berbagi barang pribadi seperti sisir, topi, atau handuk.
    • Jika ada hewan peliharaan di rumah, periksakan ke dokter hewan untuk memastikan tidak ada infeksi jamur pada hewan.

Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per Maret 2025, kurap di kepala adalah salah satu infeksi kulit kepala jamur yang paling sering ditemukan pada anak-anak di Indonesia. Pencegahan melalui edukasi kebersihan personal dan lingkungan di sekolah sangat ditekankan. Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, pukul 10:00 WIB, tim kesehatan dari Puskesmas Maju Bersama melakukan penyuluhan tentang kebersihan kulit kepala di SD Negeri 5 Harapan, sebagai bagian dari program pencegahan infeksi jamur di kalangan anak-anak.