Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mengemban peran ganda, yakni sebagai pembina profesi dan kontrol sosial lingkungan. Peran kontrol sosial ini memerlukan HAKLI untuk lebih agresif dan proaktif, terutama melalui Advokasi Kebijakan publik. Kualitas lingkungan yang menurun di perkotaan dan perdesaan menuntut tindakan nyata dari para ahli.

Aktivitas Advokasi Kebijakan HAKLI selama ini cenderung fokus pada internal profesi, seperti sertifikasi dan etika. Meskipun penting, fokus ini harus bergeser untuk lebih menyentuh isu-isu lingkungan makro yang memengaruhi kesehatan masyarakat secara luas. Misalnya, polusi udara, limbah medis, dan krisis air bersih.

Kesehatan lingkungan seringkali dianggap sebagai domain teknis, sehingga kebijakan publiknya kurang mendapat perhatian politis. HAKLI harus tampil sebagai suara publik yang otoritatif, mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menjadikan isu sanitasi dan higiene sebagai prioritas anggaran. Ini adalah inti dari Advokasi Kebijakan yang efektif.

Tanpa Advokasi Kebijakan yang kuat, kebijakan kesehatan lingkungan berisiko terpinggirkan oleh kepentingan sektor lain. HAKLI harus menyajikan data ilmiah dan bukti berbasis lapangan kepada pembuat keputusan. Data ini akan menjadi instrumen paling kuat untuk mendesak lahirnya regulasi yang lebih ketat dan implementatif.

Salah satu target utama Advokasi Kebijakan adalah penguatan sanksi terhadap pencemaran lingkungan. Selama ini, sanksi seringkali terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera. HAKLI harus mendesak revisi peraturan yang memungkinkan penegakan hukum lingkungan yang lebih tegas.

Sebagai kontrol sosial, HAKLI wajib mengawasi pelaksanaan program-program sanitasi pemerintah di lapangan. Ketika sebuah kebijakan, seperti program air minum aman, gagal mencapai target, HAKLI harus mengkritisi dan menawarkan solusi konstruktif. Peran ini menuntut keberanian organisasi profesi untuk bersuara.

Agresivitas dalam Advokasi Kebijakan juga berarti membangun koalisi yang lebih luas. HAKLI perlu bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan, akademisi, dan media. Kolaborasi ini memperluas jangkauan pesan dan meningkatkan tekanan publik terhadap masalah kesehatan lingkungan yang terabaikan.

Penguatan kontrol sosial oleh HAKLI akan secara langsung meningkatkan kredibilitas profesi sanitarian. Ketika masyarakat melihat HAKLI aktif memperjuangkan lingkungan yang sehat, kepercayaan terhadap tenaga kesehatan lingkungan akan meningkat. Ini menciptakan siklus positif bagi perkembangan profesi itu sendiri.

Maka, sudah saatnya HAKLI mengubah pendekatannya. Dari hanya sekadar wadah profesi, menjadi kekuatan Advokasi Kebijakan yang berpengaruh dan agresif. Hanya dengan cara ini, HAKLI dapat secara efektif menjalankan fungsi kontrol sosialnya dan menjamin hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.