Fokus utama dari pembaruan ini adalah untuk menghadirkan kapasitas besar dalam proses reduksi sampah di tingkat hulu. Jika sebelumnya fasilitas ini hanya mampu mengolah beberapa ton sampah per hari, kini dengan penggunaan konveyor otomatis dan mesin pres hidrolik terbaru, volume sampah yang dapat diproses meningkat hingga tiga kali lipat. Hal ini sangat krusial untuk membantu pemerintah daerah dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Burangkeng. Peningkatan kapasitas ini juga mencakup area pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos cair dan padat yang lebih luas, sehingga sampah sisa makanan dari pasar dan rumah tangga dapat segera diproses sebelum menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu pemukiman sekitar.
Keberadaan pusat daur ulang yang modern ini menjadi laboratorium hidup bagi para tenaga sanitarian di wilayah Jawa Barat. HAKLI merancang fasilitas ini agar tetap ramah lingkungan dengan memasang sistem penyaring udara (scrubber) untuk menangkap partikel debu dan bau dari proses pencacahan plastik. Selain itu, terdapat sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) khusus untuk menangani air lindi agar tidak merembes ke air tanah. Dengan standar operasional yang sangat ketat, fasilitas ini membuktikan bahwa tempat pengolahan sampah bisa tetap bersih, tidak berbau, dan aman bagi kesehatan para pekerja serta warga yang tinggal di sekitarnya. Ini adalah standar baru manajemen limbah perkotaan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.
Dukungan dari pengurus HAKLI Bekasi juga mencakup aspek pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok swadaya pengelola sampah. Warga sekitar diajarkan cara memilah sampah dari rumah agar kualitas bahan baku yang masuk ke pusat daur ulang tetap terjaga. Kerjasama dengan industri manufaktur di Bekasi juga dijalin untuk menyerap hasil daur ulang plastik dan kertas, sehingga tercipta ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Melalui fasilitas yang kini sudah prima, Bekasi menunjukkan komitmennya sebagai kota yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah kini tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak jika dikelola dengan teknologi yang tepat.
