Kota Bekasi dengan karakteristik pemukiman yang padat menuntut pengelolaan sanitasi rumah tangga yang ekstra ketat. Salah satu elemen yang sering diabaikan adalah kondisi bak penampung air, baik yang berada di dalam kamar mandi maupun tangki penyimpanan di area luar rumah. HAKLI Bekasi memberikan peringatan serius bahwa membiarkan tempat penampungan air dalam keadaan terbuka atau tidak terawat bukan hanya memicu perkembangbiakan vektor penyakit seperti nyamuk, tetapi juga menciptakan ekosistem bagi tumbuhnya mikroorganisme berbahaya lainnya, termasuk koloni jamur yang dapat merusak kualitas air.

Risiko Mikrobiologi pada Air yang Terpapar Udara

Selama ini, masyarakat cenderung hanya fokus pada ancaman nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan demam berdarah saat melihat air yang tergenang. Namun, dari sudut pandang kesehatan lingkungan, masalahnya jauh lebih kompleks. Air yang berada di dalam bak terbuka akan terpapar langsung oleh spora jamur yang terbawa oleh angin. Kelembapan tinggi di area sekitar penampungan air memberikan nutrisi yang cukup bagi jamur untuk tumbuh di dinding-dinding penampung yang kemudian membentuk lapisan lendir atau bio-film.

Keberadaan jamur di dalam sumber air rumah tangga dapat memicu berbagai masalah kesehatan kulit. Warga yang menggunakan air terkontaminasi jamur untuk mandi seringkali mengalami keluhan gatal-gatal, ruam merah, hingga infeksi jamur kulit yang sulit disembuhkan. Selain itu, jika air tersebut digunakan untuk mencuci peralatan makan atau bahkan tidak sengaja tertelan, spora jamur dapat mengganggu sistem pencernaan dan memicu reaksi alergi bagi anggota keluarga yang memiliki sistem imun sensitif.

Pentingnya Penutupan dan Pembersihan Rutin

HAKLI Bekasi menekankan bahwa langkah paling sederhana namun paling efektif adalah memastikan semua bak penampung air memiliki penutup yang rapat. Penutup ini berfungsi sebagai penghalang fisik (barrier) agar debu, kotoran, dan spora mikroba tidak masuk ke dalam air. Namun, penutupan saja tidak cukup. Masyarakat harus melakukan pengurasan dan penyikatan dinding tempat penampungan air secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu.

Penyikatan sangat penting untuk merusak struktur bio-film atau lendir yang menempel pada dinding bak. Lendir tersebut adalah tempat perlindungan bagi bakteri dan jamur agar tidak hanyut saat air diganti. Dengan menggunakan alat sikat yang tepat dan pembersih yang aman, koloni mikroorganisme tersebut dapat dihilangkan secara total. HAKLI Bekasi juga menyarankan penggunaan bahan material penampung air yang memiliki lapisan anti-mikroba atau minimal memiliki permukaan yang halus (non-porous) sehingga sulit bagi jamur untuk melekat.