Kota Bekasi sebagai kawasan penyangga ibu kota memiliki pertumbuhan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hunian vertikal yang sangat masif. Di tengah padatnya bangunan tersebut, kualitas udara dalam ruangan (indoor air quality) menjadi aspek yang sering kali terabaikan, padahal sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya di dalam ruangan. Menanggapi fenomena “Sick Building Syndrome” atau sindrom gedung sakit, HAKLI Kota Bekasi meluncurkan program Gedung Sehat. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap bangunan publik di Bekasi memiliki lingkungan internal yang mendukung kesehatan penghuninya melalui pengawasan teknis yang ketat.

Salah satu fokus utama dari program ini adalah pemberian sertifikasi khusus bagi pengelola gedung yang mampu membuktikan kepatuhan terhadap standar kesehatan lingkungan. Tim ahli dari HAKLI melakukan audit menyeluruh terhadap sistem mekanikal dan elektrikal bangunan. Parameter yang diuji meliputi tingkat kelembapan, konsentrasi karbon dioksida, serta keberadaan partikulat halus dan mikroorganisme di udara. Di wilayah Bekasi, gedung yang berhasil melewati serangkaian pengujian ini akan mendapatkan label resmi sebagai bangunan yang aman dan sehat, yang tentunya meningkatkan nilai prestise serta kepercayaan bagi para penyewa maupun pengunjung.

Aspek yang paling krusial dalam penilaian ini adalah desain dan pemeliharaan sirkulasi udara yang efektif. HAKLI menekankan pentingnya pertukaran udara segar dari luar ruangan guna meminimalisir akumulasi polutan di dalam gedung. Sistem ventilasi harus mampu menyaring kontaminan dan mendistribusikan udara secara merata ke seluruh ruangan. Inovasi yang didorong oleh HAKLI Bekasi adalah penggunaan filter udara dengan standar medis, seperti filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air), yang mampu menangkap partikel mikroskopis termasuk virus dan bakteri. Hal ini menjadi sangat penting terutama pada gedung-gedung yang memiliki mobilitas orang yang sangat tinggi dan risiko penularan penyakit melalui udara (airborne).

Secara teknis, para sanitarian di Bekasi juga memberikan edukasi kepada tim engineering gedung mengenai jadwal pembersihan unit AC dan saluran udara (ducting) secara berkala. Penumpukan debu dan jamur pada sistem pendingin udara sering kali menjadi sumber utama masalah kesehatan pernapasan bagi karyawan kantor. Dengan adanya standar HAKLI, pengelola gedung memiliki panduan yang jelas dalam melakukan perawatan preventif. Langkah ini tidak hanya bicara tentang kesehatan, tetapi juga efisiensi energi; sistem sirkulasi yang bersih cenderung bekerja lebih ringan dan mengonsumsi daya listrik yang lebih sedikit, sehingga memberikan keuntungan ekonomis bagi pemilik gedung.