Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga megapolitan Jakarta menghadapi tantangan serius terkait manajemen air permukaan akibat pesatnya pembangunan pemukiman dan berkurangnya daerah resapan air. Masalah banjir dan genangan air bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi merupakan ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan karena menjadi media perkembangbiakan vektor penyakit. HAKLI Bekasi menyadari bahwa infrastruktur fisik saja tidak cukup tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk merawat saluran air di lingkungan mereka. Oleh karena itu, program edukasi drainase sehat menjadi sangat krusial. Melalui langkah preventif ini, upaya mencegah genangan berisiko penyakit di HAKLI Bekasi difokuskan pada pengembalian fungsi drainase sebagai saluran pembuangan air yang lancar, bersih, dan bebas dari kontaminasi limbah berbahaya.
Langkah awal dalam edukasi drainase sehat dimulai dengan memberikan pemahaman kepada warga mengenai perbedaan antara drainase lingkungan dan tempat pembuangan sampah. Di banyak wilayah di Bekasi, saluran air sering kali tersumbat oleh sampah plastik dan sedimen lumpur karena perilaku masyarakat yang kurang disiplin. Mencegah genangan berisiko penyakit di HAKLI Bekasi dilakukan dengan mengajak warga melakukan kerja bakti rutin untuk normalisasi saluran di depan rumah masing-masing. Drainase yang tersumbat tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi menciptakan genangan air statis yang menjadi habitat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Dengan menjaga aliran air tetap lancar, risiko wabah demam berdarah yang sering melonjak saat musim hujan di Bekasi dapat ditekan secara signifikan.
Selain sampah padat, edukasi drainase sehat juga menyoroti bahaya pembuangan limbah cair domestik secara langsung ke saluran terbuka. Banyak rumah tangga yang masih mengalirkan air sisa dapur (grey water) yang mengandung minyak dan deterjen tinggi langsung ke drainase. Mencegah genangan berisiko penyakit di HAKLI Bekasi mencakup sosialisasi penggunaan perangkap lemak (grease trap) sederhana. Limbah cair yang tidak terolah menyebabkan pendangkalan saluran akibat akumulasi lemak yang membeku dan menimbulkan bau busuk yang mengundang lalat serta tikus. Sanitarian memberikan panduan teknis agar setiap warga memahami bahwa drainase yang sehat harus bebas dari bau menyengat dan tidak menjadi sumber penularan penyakit kulit bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar saluran.
