Banjir yang sering melanda wilayah Bekasi meninggalkan tantangan kesehatan yang serius setelah air surut. Lumpur, tumpukan sampah, dan genangan air yang tersisa menjadi tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi bakteri serta vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus. Upaya untuk cegah penyakit pascabanjir harus dilakukan segera setelah kondisi aman untuk kembali ke rumah. Tanpa penanganan sanitasi yang tepat, risiko wabah penyakit kulit, diare, hingga leptospirosis akan meningkat drastis di tengah masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

Salah satu strategi utama yang disosialisasikan adalah melakukan disinfeksi total pada area rumah dan sumber air bersih. Lantai dan dinding yang sempat terendam harus dibersihkan dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman yang terbawa oleh air bah. Selain itu, sumur warga yang tercemar air banjir wajib dikuras dan diberikan klorinasi agar kualitas airnya kembali memenuhi standar kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas membersihkan rumah, menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan kuman.

Tenaga ahli dari HAKLI Bekasi juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang menumpuk akibat terbawa arus banjir. Sampah organik yang membusuk di dalam genangan air dapat mencemari lingkungan secara masif jika tidak segera diangkut dan dibersihkan. Warga diimbau untuk tidak menunda pembersihan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah, karena debu dari lumpur kering yang beterbangan juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Koordinasi antara perangkat desa dan dinas kebersihan sangat diperlukan untuk memastikan pengangkutan limbah pascabanjir berjalan cepat dan menyeluruh.

Selain aspek kebersihan fisik, pengawasan terhadap keamanan pangan juga harus ditingkatkan. Bahan makanan yang sempat terendam air banjir harus dibuang karena sangat berisiko terkontaminasi oleh patogen yang berbahaya. Masyarakat harus diedukasi untuk hanya mengonsumsi air yang telah dimasak hingga mendidih dan makanan yang disiapkan secara higienis. Dengan langkah antisipasi yang terukur dan kesadaran masyarakat yang tinggi, dampak buruk bencana banjir terhadap kesehatan publik dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dan sehat.