Pertumbuhan hunian vertikal di kota-kota satelit seperti Bekasi meningkat pesat seiring dengan keterbatasan lahan horizontal. Namun, tinggal di bangunan tinggi membawa tantangan tersendiri dalam hal kualitas lingkungan dalam ruangan (indoor environmental quality). Konsep Apartemen Sehat kini menjadi tuntutan bagi para pengembang dan penghuni agar bangunan tidak hanya megah secara visual, tetapi juga aman bagi sistem pernapasan manusia. Kurangnya sirkulasi udara yang baik di dalam unit apartemen dapat memicu fenomena Sick Building Syndrome (SBS), di mana penghuni merasa pusing, mual, dan mudah lelah akibat terperangkapnya polutan dan karbon dioksida di dalam ruangan yang terlalu kedap.
Guna mencegah risiko kesehatan tersebut, tim ahli dari Hakli Bekasi Standarisasi Sirkulasi Udara di berbagai kompleks hunian vertikal yang baru dibangun maupun yang sudah lama beroperasi. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia di Bekasi memberikan pedoman mengenai luas bukaan jendela yang ideal serta penggunaan sistem ventilasi mekanis yang mampu menyaring debu dari luar gedung. Hakli menekankan bahwa kepadatan penduduk di dalam gedung bertingkat harus diimbangi dengan laju pergantian udara yang cukup. Standarisasi ini mencakup pemeriksaan berkala terhadap saluran AC sentral dan pembuangan asap dapur agar tidak terjadi pencemaran silang antar unit apartemen yang dapat membahayakan penghuni lainnya.
Upaya menciptakan kualitas Hunian Vertikal yang bermutu tinggi ini melibatkan audit terhadap tingkat kelembapan udara yang seringkali menjadi masalah di gedung tinggi. Kelembapan yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan jamur pada dinding dan karpet, yang spora-nya sangat berbahaya bagi penderita alergi dan anak-anak. Hakli memberikan rekomendasi penggunaan teknologi sensor kualitas udara di area publik apartemen agar pengelola dapat memantau kadar oksigen secara real-time. Dengan adanya standar yang jelas, masyarakat memiliki acuan dalam memilih tempat tinggal yang mendukung produktivitas dan kesehatan jantung serta paru-paru mereka, bukan sekadar tempat tidur yang tertutup rapat dari dunia luar.
Kondisi lingkungan di wilayah Bekasi yang memiliki tingkat polusi udara luar ruangan yang cukup tinggi akibat aktivitas transportasi dan industri, membuat penyaringan udara di dalam apartemen menjadi sangat vital. Hakli terus mensosialisasikan pentingnya pemilihan material interior yang rendah emisi zat kimia (low-VOC) kepada para desainer dan penghuni. Sinergi antara ahli kesehatan lingkungan dan arsitek di Bekasi diharapkan dapat melahirkan konsep hunian masa depan yang tetap sejuk dan segar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penggunaan energi listrik yang boros. Apartemen yang sehat adalah apartemen yang mampu memberikan sirkulasi udara sealami mungkin, meskipun berada di tengah hutan beton yang padat.
