Sebagai ujung tombak dalam struktur sosial masyarakat, terdapat peran ketua RT yang sangat strategis dalam melakukan pendekatan interpersonal guna menggerakkan kesadaran kolektif warga untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sanitasi lingkungan.
Pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah Bekasi tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga membawa tantangan baru dalam pengelolaan sisa produksi yang bersifat berbahaya. Seringkali, para pelaku
Kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas udara menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan saat ini. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan di tingkat pendidikan adalah dengan meluncurkan program
Kawasan pasar tradisional merupakan salah satu penyumbang volume sampah terbesar di wilayah perkotaan, yang sering kali menjadi pusat permasalahan sanitasi jika tidak dikelola dengan manajemen yang terintegrasi. Di Kota Bekasi,
Mengelola sisa konsumsi rumah tangga secara mandiri merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi ketergantungan kita pada tempat pembuangan sampah akhir yang kian overload. Setiap individu dapat belajar teknik sederhana
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di wilayah perkotaan berbanding lurus dengan menjamurnya unit usaha jasa perbaikan kendaraan atau bengkel. Namun, masalah kesehatan lingkungan muncul ketika limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
Kesehatan ekosistem perkotaan sangat bergantung pada kelancaran aliran air yang tidak terhambat oleh sisa-sisa konsumsi manusia yang sulit terurai secara alami. Masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga kebersihan infrastruktur drainase agar
Kualitas hidup di kawasan penyangga ibu kota seringkali terganggu oleh hiruk-pikuk aktivitas urban yang tidak pernah berhenti selama dua puluh empat jam. Dalam upaya Atasi Polusi Suara, masyarakat yang tinggal
Beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sebagian besar didominasi oleh sisa makanan dan limbah dapur yang jika tidak dikelola akan menghasilkan gas metana berbahaya. Pengolahan sisa bahan organik
Oli bekas mengandung logam berat seperti timbal, kadmium, dan kromium, serta zat kimia sisa pembakaran yang bersifat karsinogenik. Dalam edukasi yang diberikan oleh HAKLI Bekasi, dijelaskan bahwa satu liter oli
